Menu Close

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Ini Alternatifnya

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Ini Alternatifnya

Masa-masa menyusui memang sangat melelahkan, terutama saat bayi masih belum memiliki waktu tidur yang teratur dan sering terbangun tengah malam. Kopi bisa membantu mengatasi kekurangan tidur pada sang ibu, tapi memangnya bolehkah ibu menyusui minum kopi?

Banyak orang yang mengkhawatirkan efek kafein pada bayi mereka. Namun banyak yang menyebutkan bahwa mengonsumsi kafein secukupnya masih aman bagi para ibu yang sedang menyusui.

Efek minum kopi pada ibu menyusui

Banyak ibu yang memilih mengonsumsi kopi untuk menambah energi saat kurang tidur kala bangun tengah malam untuk menyusui bayinya. Akan tetapi mengonsumsinya terlalu banyak bisa menyebabkan efek samping pada Anda seperti berikut ini:

  • sulit tidur
  • perut mulas
  • sakit kepala
  • tidak bisa diam
  • gemetaran

Di sisi lain, kafein tidak menyebabkan pengurangan produksi jumlah ASI. Kafein bertahan selama 2 jam, oleh karena itu sebaiknya Anda bisa menyusui di luar waktu tersebut. 

Alternatif kopi agar ibu menyusui tetap berenergi

Selain mengonsumsi kopi, Anda bisa mempertimbangkan untuk mencoba alternatif lain untuk menambah energi. Banyak minuman herbal yang sehat dan sangat baik untuk menambah energi Anda saat kelelahan menyusui sang bayi.

Minuman ini juga tidak memberikan efek samping pada bayi dan bahkan memberikan tambahan nutrisi dan vitamin. Di sisi lain juga bisa menambah produksi ASI sehingga tetap menjaga asupan bayi Anda.

Jadi tidak perlu lagi bertanya-tanya bolehkah ibu menyusui minum kopi, Anda bisa berganti meminum minuman berikut ini:

1. Air putih

Apa yang lebih baik dari segelas air putih? Memperbanyak cairan selama menyusui sangat dianjurkan untuk menambah produksi ASI dan juga menghindarkan Anda dari dehidrasi yang membahayakan tubuh.

Meskipun tidak senikmat segelas kopi, namun air putih lebih berkhasiat menyegarkan tubuh dan membuat Anda tetap terjaga. Dianjurkan bagi ibu menyusui untuk minum lebih dari 8 gelas air tiap harinya. 

2. Moringa latte

Moringa atau daun kelor terbukti sebagai tanaman penambah produksi ASI dan memiliki banyak sekali vitamin dan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Seperti vitamin C, vitamin A, B6, zat besi, riboflavin, magnesium, antioksidan, serat, dan protein.

Anda bisa membuat segelas Moringa Latte dengan cara mencampurkan bubuk moringa dengan segelas air panas, lalu ditambahkan dengan susu steamed, dan pemanis seperti madu atau stevia. Moringa Latte terlihat seperti Matcha latte namun lebih kaya nutrisi dan tentu saja tanpa kafein.

3. Golden milk

Golden milk merupakan nama bagi minuman campuran susu dan kunyit. Belakangan ini Golden milk sangat diminati karena khasiatnya untuk menambah energi sekaligus mendorong sistem imun tubuh.

Kunyit memiliki kandungan antiinflamasi dan juga antioksidan, dicampur dengan segelas susu hangat yang menenangkan bisa menjadi alternatif secangkir kopi Anda di pagi hari.

Tips mengelola konsumsi kafein selama menyusui

Tiap bayi berbeda, beberapa ada yang sensitif terhadap kandungan kafein yang bisa terminum dari ASI sang ibu yang minum kopi. Tanda yang ditunjukkan seperti rewel atau tidak mau diam setelah minum ASI.

Selain kafein, sebaiknya Anda juga memperhatikan asupan lainnya saat menyusui. Beberapa minuman lain seperti minuman tinggi gula bisa memberikan efek samping pada bayi sama seperti kafein. 

Apabila Anda masih ingin minum kopi semasa menyusui, disarankan mengonsumsinya setelah Anda menyusui bayi atau memompa ASI. Hal ini bisa memberikan waktu bagi kandungan kafein untuk berkurang hingga waktu Anda menyusui selanjutnya.

Hindari konsumsi kafein, alkohol, maupun makanan dan minuman tidak sehat lainnya jika bayi Anda lahir prematur atau memiliki riwayat masalah kesehatan.

Jadi, tak perlu bingung bolehkah ibu menyusui minum kopi atau tidak, karena semua makanan dan minuman bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui dalam porsi secukupnya. Tentunya, semua hal yang berlebihan itu tidak baik, bahkan makanan sehat sekalipun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *