Menu Close

Hansaplast Plester Transparan, Benarkah Lebih Aman Lindungi Luka?

Melindungi luka sangat penting dalam proses penyembuhan luka. Anda bisa menggunakan plester seperti Hansaplast plester transparan sebagai salah satu pilihan.

Plester Hansaplast jenis ini disebut-sebut lebih baik dalam melindungi luka sekaligus mempercepat penyembuhan luka dibandingkan jenis plester biasa lainnya. Benarkah klaim tersebut?

Hansaplast Transparent 10's harga terbaik 6545

Kegunaan Hansaplast plester transparan

Lantas, apa yang membedakan Hansaplast plester transparan dengan plester lainnya? Plester transparan terbuat dari bahan plastik yang mampu menahan air sekaligus kotoran.

Bahannya breathable alias membuat kulit leluasa bernapas sehingga mempercepat penyembuhan luka. Luka Anda akan tetap terlindung dengan lekatan yang kuat, oleh karena itu Anda tidak perlu khawatir plester akan bergeser atau mudah lepas ketika terkena air.

Selain itu bahannya juga cukup tipis dan elastis sehingga nyaman dan cocok untuk digunakan di bagian tubuh yang terlipat seperti siku dan lutut. Plester transparan ini tidak akan terlalu terlihat dan tembus cahaya, sehingga Anda tidak perlu mengkhawatirkan penampilan Anda.

Kelebihan menggunakan plester kedap air

Hansaplast plester transparan yang 100 persen kedap air cocok digunakan untuk melindungi luka ringan tanpa khawatir terkena air. Meskipun luka lebih cepat sembuh bila berada dalam keadaan lembap, namun jika terkena air dalam jumlah berlebih bisa mengganggu proses penyembuhan. 

Air juga bisa merusak plester yang digunakan untuk menutup luka. Selain itu air yang bisa masuk ke dalam luka juga tidak terjamin bersih dari bakteri maupun kuman, yang dapat berisiko menyebabkan infeksi bisa terkena luka.

Bahan plester kedap air seperti Hansaplast plester transparan juga cocok digunakan jika Anda ingin berenang tanpa khawatir akan lepas dan berisiko teriritasi oleh air kolam renang.

Bahaya dan risiko yang bisa timbul pada luka terbuka

Sebagian besar jenis luka memang sebaiknya ditutupi menggunakan plester atau perban untuk mempercepat penyembuhan. Walaupun memang ada beberapa jenis luka yang tidak bermasalah jika dibiarkan terbuka tanpa ditutupi plester maupun perban.

Misalnya goresan kecil yang kemungkinan tidak akan mudah tergesek oleh pakaian atau mudah kotor saat tidak ditutup. Bahkan luka yang sudah perlahan sembuh dan mengering, sebaiknya tetap dibuka dan tidak perlu ditutup.

Meski begitu, membiarkan luka terbuka begitu saja dapat meningkatkan kemungkinan terpapar kotoran dan bakteri bahkan pada luka goresan kecil sekalipun. Kotoran dan bakteri merupakan penyebab utama dari infeksi, serta mengganggu proses penyembuhan.

Beberapa tanda dan gejala luka mengalami infeksi antara lain kulit membengkak, memerah, dan terasa hangat di sekitar luka, nyeri yang semakin parah, cairan bening atau nanah keluar dari luka, bintil atau melepuh, demam, kelenjar limfa bengkak.

Beberapa risiko infeksi yang bisa terjadi pada luka terbuka adalah:

1. Infeksi bakteri Staph

Staphylococcus merupakan kelompok bakteri yang dapat ditemukan di kulit dan di dalam mulut. Umumnya, bakteri ini tidak menyebabkan penyakit, namun jika masuk ke dalam tubuh melalui luka bisa menyebabkan infeksi staph yang cukup serius.

2. Tetanus

Clostridium tetani (C. tetani) bisa masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka di kulit dan menyebabkan infeksi bakteri yang disebut tetanus. Bakteri yang umum terdapat di tanah, debu, dan permukaan benda berbahan besi ini bisa menyebabkan kejang otot yang menyakitkan di bagian leher dan rahang.

3. Necrotizing fasciitis

Merupakan infeksi bakteri yang cukup langka yang dapat merusak jaringan lunak di kulit. Umumnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus  grup A, infeksi ini dapat berkembang dan menyebar dengan cepat, serta berisiko mengakibatkan berbagai macam masalah yang membahayakan nyawa seperti sepsis, sindrom syok toksik, gagal organ, dan bahkan kematian. 

4. Luka kronis

Luka kronis ditandai dengan luka yang tak kunjung sembuh atau menutup, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang cukup parah, fungsi imun melemah, atau penyakit tertentu, seperti kanker dan diabetes.

Pilihlah plester yang tepat untuk menutupi luka Anda sehingga Anda dapat melindunginya sembari berproses untuk sembuh. Ganti plester secara rutin untuk menjaga luka tetap bersih dan selalu pastikan plester masih tetap menempel dengan kuat.

Hansaplast plester transparan cukup direkomendasikan karena juga memiliki ukuran jumbo yang bisa digunakan untuk menutupi keseluruhan luka yang berukuran besar. Jangan tunda periksakan ke dokter jika luka Anda serius, dalam, atau butuh waktu yang lama untuk sembuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *