Menu Close

Medical Check Up untuk Kerja Sebagai TNI & Polisi

TNI dan Polisi masih menjadi profesi paling diminati di Indonesia. Banyak orang beramai-ramai mendaftar diri ketika kedua institusi negara ini membuka lowongan. Kita semua sepakat bahwa menjadi TNI atau Polisi cukup sulit. Ada serangkaian tes yang harus dilewati, salah satunya adalah medical check up untuk kerja sebagai TNI dan Polisi.

Medical check up atau tes kesehatan menjadi salah satu tahapan yang vital dalam proses seleksi TNI dan Polisi. Alasannya sederhana, prajurit dituntut memiliki kondisi fisik yang prima agar mereka siap dan mampu beradaptasi di segala medan. Seperti kita ketahui bersama, salah satu tugas utama TNI dan Polisi adalah menjaga kedaulatan negara dengan “kekuatan fisik”.

Oleh karenanya, banyak peserta yang betul-betul mempersiapkan fisiknya sebelum mengikuti seleksi penerimaan. Mereka melatih raganya agar mendapatkan hasil yang baik saat tes dilakukan. Jika dalam waktu dekat kamu berniat mengikuti seleksi penerimaan TNI atau Polri, tak ada salahnya mengetahui beberapa tips agar lolos medical check up untuk kerja sebagai TNI atau Polisi di bawah ini.

Perlu diketahui bahwa biasanya tes kesehatan penerimaan kedua institusi ini dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap pemeriksaan bagian luar tubuh dan dalam tubuh. Tahap seleksi kesehatan yang harus dilalui misalnya seperti tinggi dan berat badan, postur tubuh, dan termasuk juga kondisi kesehatan intim peserta seperti virginitas dan payudara (untuk wanita), hernia dan varikokel (untuk pria), alat reproduksi dan lainnya.

Sementara untuk bagian dalam, serangkaian pemeriksaan yang dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan urin untuk mendeteksi kencing manis dan penyakit ginjal;
  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah normal atau tidak;
  • Pemeriksaan rontgen  untuk mengetahui ada tidaknya kelainan organ;
  • Pemeriksaan dengan EKG atau rekam jantung untuk mengetahui kondisi jantung;
  • Pemeriksaan dengan USG untuk mengetahui benda asing seperti batu ginjal spirometrik.

Dari medical check up untuk kerja sebagai TNI dan Polisi, ada beberapa kriteria yang dapat menyatakan peserta gagal melewati tahap seleksi ini. Di antaranya seperti tekanan darah tidak normal, jantung tidak normal, menggunakan narkoba, menderita HIV/AIDS, maupun penyakit menular lainnya.

Selain itu, adanya cacat fisik, gangguan pendengaran, mata juling, menderita kencing manis, hamil (untuk wanita) serta memiliki 2 atau lebih masalah gigi dan mulut juga bisa membuat nilai peserta jatuh dan menjegal langkah untuk ke tahap seleksi berikutnya.

Masalah-masalah lain yang kelihatannya sepele, tetapi bisa menggagalkan peserta ialah; memiliki tato atau telinga ditindik, buta warna, memiliki bekas luka operasi di kepala, bentuk kepala yang tidak sempurna, hingga kondisi-kondisi “kecil” lainnya.

Setelah mengetahui beberapa informasi di atas, berikut tips agar dapat lolos dalam tahap tes jasmani atau medical check up untuk kerja sebagai TNI dan Polisi:

  • Identifikasi diri secara pribadi. Jauh-jauh hari sebelum mengikuti tes kesehatan, sebaiknya kamu melakukan medical check up terlebih dahulu. Paling tidak 6 bulan hingga 1 tahun sebelum tes kesehatan. Tujuannya untuk dapat mengetahui kekurangan di dalam tubuh sehingga bisa melakukan upaya penanganan.
  • Sering minum air putih. Tips ini ada baiknya dilakukan jelang melakukan tes laboratorium. Dengan banyak mengonsumsi air putih, jika perlu ditambah jus buah-buahan segar, tekanan darah bisa bertahan di kondisi yang ideal.
  • Kurangi aktivitas berlebih. Jangan melakukan kegiatan-kegiatan berat satu minggu sebelum tes kesehatan, karena bisa membuat tekanan darah tidak normal.
  • Perhatikan pola konsumsi. Hindari minum minuman berakohol, kafein, suplemen, atau lainnya ketika akan menjalankan tes urin. Akan lebih baik jika hanya mengonsumsi air putih saja. Pasalnya apa yang dikonsumsi akan terekam dalam urine.
  • Sering menghirup udara segar. Sebelum menjalani medical check up untuk kerja sebagai Polri atau TNI, sebaiknya seseorang sering-sering menghirup udara segar di pagi hari agar kondisi paru-paru lebih baik saat tes dilakukan. Selain itu, untuk “membersihkan” paru-paru seseorang juga bisa minum soda. 
  • Pastikan sudah mengorek atau membersihkan telinga. Sering dianggap sepele, tetapi seperti yang disinggung di atas bahwa tes pendengaran menjadi poin penting yang hasilnya bisa membuat peserta gagal tes kesehatan.

Itulah beberapa hal yang bisa dipelajari dari serangkaian medical check up untuk kerja sebagai Polri atau TNI. Persiapkan diri kamu baik-baik sebelum mendaftarkan diri. Ingatlah bahwa kondisi fisik yang baik dan sehat menjadi salah satu modal utama dalam seleksi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *